6 Alasan Tinggalkan BlackBerry

Teknologi

Sejak memutuskan tidak lagi menggunakan perangkat BlackBerry, saya banyak ditanya teman dekat mengenai keputusan itu. Mereka seolah-olah terpukau.

“Emang lo bisa nggak pakai BB? Yakin?”

Pertanyaan di atas bukan tanpa sebab. Penduduk kelas menengah ke atas Indonesia, khususnya Jakarta memang mayoritas menggunakan BlackBerry sebagai telepon seluler utama mereka dalam berkomunikasi satu sama lain.

Tidak lagi menggunakan BlackBerry seakan meninggalkan sebuah saluran tempat kita terhubung dengan hampir seluruh orang di lingkungan terdekat.

Namun toh setelah dua bulan tidak lagi menggunakan BlackBerry, saya masih hidup normal. Semuanya baik-baik saja.

Mengapa saya mengucapkan selamat tinggal BlackBerry? Berikut alasannya.

Iklan

Menjaga Kondisi Layar Sentuh

Teknologi, Tips

Siapa yang tak kenal teknologi layar sentuh? Teknologi yang mendadak meledak pada tahun 2007 ini tidak lagi menjadi sebuah teknologi yang mahal. Teknologi layar sentuh sudah menyentuh  ponsellow end.

Sayangnya, kehadiran teknologi ini tidak dibarengi pengetahuan konsumen untuk merawat layar sentuh. Ada beberapa faktor yang seharusnua diperhatikan dalam menjaga kondisi layar sentuh. Berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan untuk menjaga kondisi layar sentuh anda.

  1. Hindari ponsel layar sentuh dari medan magnet, khususnya elektromegnet karena dapat mengganggu sistem layar sentuh anda. Jauhkan ponsel anda dari pusaran medan magnet, seperti speaker, kipas angin, televisi dan microwave.
  2. Listrik statis adalah musuh besar dari layar sentuh. Kekuatan listrik statis dapat membuat lapisan yang ada di layar sentuh bocor. Walaupun sudah dilengkapi dengan kaca layar sentuh yang mengadopsi sistem antistatis, bukan berarti layar sentuh dapat bertahan selamanya. Oleh karena itu, coba gunakan wadah atau pelindung berbahan kulit.
  3. Usahakan tangan atau jari selalu bersih apabila ingin menyentuh layar sentuh ponsel. KOtoran di tangan seperti munyak dan keringat dapat menjadi medium konduktif atau penghantar listrik. Penumpukan kotoran dapat menghasilkan lapisan konduktid yang mengakibatkan layar sentuh tidak akurat.
  4. Jangan biarkan baterai ponsel anda sampai benar-benar habis. Selalu isi baterai ponsel layar sentuh anda sebelum berada di bawah 20 persen. Hal ini dikarenakan saat baterai lemah, listrik dari empat sudut layar akan ditransmisikan ke titik anda menyentuh. Nah, listrik yang tidak stabil ini akan membuat layar “mengapung” atau bahkan mati.
  5. Jangan biarkan ponsel layar sentuh anda berada di suhu yang terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan suhu pengoperasian layar sentuh adalah 0-30 derajat celcius dengan kelembaban sekitar 5 persen.
  6. Hindari layar sentuh anda dari benturan dan goresan. Walaupun teknologi sekarang sudah mendukung ketahanan akan goresan, benturan dapat mengganggu mekanismenya. Oleh karena itu, jangan biasakan mengantongi layar sentuh di kantong celana yang ketat agar bisa meminimalkan goresan dan benturan.

Sumber

7 Cara Menyehatkan Lingkungan

Flora & Fauna, Kesehatan, Pengetahuan, Teknologi

Slogan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang sering kita dengar, bukan sekedar slogan. Dengan mempraktikkan setidaknya satu dari ketiga bagiannya, kita sudah berperan membantu kelangsungan lingkungan. Contohnya adalah mengurangi sampah. Tahukah bahwa dalam satu tahun, setiap orang rata-rata menghasilkan sampah sebanyak 7 kali massa tubuhnya sendiri.

 

Dimulai dari rumah kita sendiri, kita dapat mengurangi produksi sampah dengan cara-cara yang sederhana. Berikut ini beberapa caranya.

  • Belilah barang-barang dalam kemasan besar. Dengan begitu, kita dapat mengurangi kemasan yang akan dibuang di tempat sampah.
  • Sedapat mungkin, hindari penggunaan kantung plastik. Plastik merupakan penyumbang sampah yang sangat besar dan tidak dapat terurai. Untuk membawa barang, gunakan tas kain yang dapat digunakan berulang kali.
  • Sesedikit mungkin gunakan produk yang sekali pakai. Misalnya, popok, alat cukur, sampai kamera. Setelah digunakan, semua produk itu hanya akan berakhir di tempat sampah.
  • Pilih produk yang mengandung material daur ulang. Umumnya, terdapat label berupa segitiga berbentuk panah berwarna hijau di produk-produk daur ulang.
  • Berpikir panjang sebelum membeli barang baru. Pakaian, sepatu dan produk lain yang sering dikaitkan dengan mode dapat membuat kita lebih konsumtif. Belilah benda tersebut saat dibutuhkan, bukan saat sekedar diinginkan.
  • Alat elektronik yang rusak, jangan langsung dibuang. Upayakan perbaikannya terlebih dahulu. Selain menghemat biaya, cara ini juga mengurangi sampah elektronik, mengingat sampah elektronik termasuk sampah yang berbahaya bagi lingkungan.
  • Membuat kompos sendiri di rumah. Kumpulkan sampah-sampah organik seperti sisa potongan sayuran dan daun kering ke dalam wadah dan biarkan membusuk dan berbentuk seperti tanah. Sekitar 2 minggu, sampah dapat “dipanen” dan digunakan sebagai pupuk tanaman. Selamat Mencoba!