Etika Bertamu !

Pendidikan, Pengetahuan, Psikologi, Religi

Pernahkah Anda kedatangan orang, yang masuk ke rumah Anda tanpa permisi alias slonongboy..???
Tetangga saya pernah mengalami itu. Dan itu ternyata sangat tidak menyenangkan, apa lagi yang selonongboy itu adalah berlainan jenis dengan sang tuan rumah. Maka sebagai wawasan untuk saya, saya mencari diberbagai sumber di internet. Kebetulan saya tidak punya buku tentang etika bertamu. Dan saya dapatkan beberapa sumber yang bisa menambah wawasan saya tentang etika bertamu. Dan saya coba rangkum intisari dari beberapa sumber tersebut.

Tamu harus dihormati sebagaimana perintah Rasulullah . Menghormati tamu adalah tanda kesempurnaan iman (HR. Bukhari).
Sebaliknya, tamu juga harus tahu diri agar tidak menempatkan tuan rumah dalam posisi serba salah, sehingga tidak bisa menghormati tamu dengan baik.

Alquran ataupun hadis yang menekankan pentingnya saling mengenal dan mempererat tali persaudaraan. Seperti tertera dalam Alquran, Allah berfirman: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.” (Al Hujurat: 13)

Rasulullah bersabda: “Bila seseorang mengunjungi saudaranya, maka Allah berkata kepadanya: “Engkau dan perjalananmu itu adalah baik, dan engkau telah menyiapkan suatu tempat tinggal di al jannah (surga).” (Shahih Al Adabul Mufrad no. 345, dari shahabat Abu Hurairah )

Akan tetapi, walaupun bertamu amatlah mulia dan bernilai ibadah, namun ada etika yang harus diperhatikan, baik oleh tamu ataupun sang tuan rumah. Sebagai agama yang sempurna, Islam telah menetapkan ketentuan yang bisa menjadi acuan seorang Muslim saat bertamu kepada saudaranya.

Iklan

18 Cara Mengenali Pembohong

Analisis, Pengetahuan, Psikologi, Teknologi

Belakangan ini terungkap testimoni seorang ibu dari seorang anak SD di berbagai media, tentang praktek kebohongan kolektif saat UNAS. Singkat cerita, si anak yang tergolong pintar ini “diakali” oleh oknum gurunya agar mau memberikan contekan kepada teman-temannya yang lain. Alhasil, bukan mendapat dukungan karena dirinya mengungkap kebohongan, tragis bagi peradaban manusia saat ini justru di unjuk rasa oleh warga sekitarnya sehingga meninggalkan bekas trauma tinggal di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.Berbohong merupakan salah satu perilaku tak baik yang paling umum dilakukan oleh semua orang baik orang tua atau anak muda, bahkan anak kecilpun bisa berbohong.

Terkadang sebagian orang menutupi kebiasaan berbohong itu dengan alasan mereka berbohong putih alias berbohong demi kebaikan.Dalam percintaan, kehidupan bisnis, politik dan kehidupan sehari-hari, sangat penting sekali untuk dapat mengidentifikasi perbedaan antara kebohongan dan kejujuran. Sebenarnya, sangat sulit untuk mengetahui apakah seseorang itu berbohong atau tidak. Beberapa orang bisa berbohong dengan amat mudah seperti mereka mengatakan hal sebenarnya.