Nasehat Paling Berharga Dari Mendiang Charlie Chaplin Kepada Putrinya

Biografi, History, Motivasi Diri, Pengetahuan

Charlie Chaplin adalah seorang aktor komedi inggris multi-talent yang sangat terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih.

(16 April 1889 – 25 Desember 1977)

Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.

Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.

Sisi Unik Bapak Bangsa (Jenaka Pun Bisa) bagian terakhir

Biografi

masih ada lagi cerita terakhir tentang bapak-bapak bangsa Indonesia ini, silahkan dibaca lagi para readers…. πŸ™‚

 

Wanita tentu selalu jadi topik menarik. bagaimana para bapak bangsa kita bersikap pada wanita? Soekarno tentu semua orang tahu adalah penakluk wanita. Ia tahu betul memperlakukan wanita dengan santun. Ia pria romantis. Pada seorang istrinya Yurike Sanger, Soekarno biasa menulis surat begini saat tak bisa menemuinya :

Dear darling Yuri,/Today I cannot come./I’m so busy. that I cannot find time to see you./but I do see you in my heart./Take good care of yourself.

 

Sikap Soekarno pada wanita sepertinya pula sudah dimulai sejak muda. Saat masih kuliah di Bandung, Soekarno berkenalan dengan seorang IndoBelanda bernama Anne yang lebih tua darinya. Ingin mengajak kencan, Soekarno tak punya uang. Ia lantas menita dikirim uang pada kakaknya. Untuk menambah biaya kuliah,katanya. Uang dikirim. Soekarno kencan dengan nona itu. Kencan berlanjut sampai dua kali. Lalu berhenti saat Soekarno kapok. Kok,bisa? “Lho, dia jadi jelek . ya. Kelihatan tua lagi.” kata Soekarno.

 

Hatta berbanding terbalik dengan Soekarno. Hatta, kata Soekarno seorang yang mukanya memerah bila bertemu wanita. Cara terbaik melukiskan pribadi Hatta, menurut Soekarno adalah dengan menceritakan sebuah kejadian di suatu sore. Suatu saat, Hatta dalam perjalanan ke suatu tempat dan penumpang lain di mobil itu adalah seorang wanita cantik. Di tempat sepi dan terasing, ban pecah. Si sopir pergi mencari bantuan. Ketika si sopir kembali, ia mendapati gadis itu tidur si sudut yang jauh di mobil, dan Hatta mendengkur di sudut lainnya lagi.

 

Benarkah demikian? di mata teman-temannya Hatta tak pernah menunjukkan keterterikan pada wanita. Suatu ketika, saat kuliah di Belanda, kawan-kawan Hatta berniat menjebaknya: mereka mengatur Hatta kencan dengan wanita Polandia yang “menggetarkan lelaki manapun.”

 

Tentu saja si gadis sudah dipesan agar menggoda Hatta dengan segala cara. Apa yang terjadi? Malam itu mereka cuma makan di kafe. Ketika ditanya kenapa rayuannya gagal total, si perempuan menjawab putus asa, “Semuanya tak mempan. Dia ini pendeta, bukan laki-laki.”

 

TERAKHIR, tahukan anda apa perintah Soekarno setelah menjadi presiden pertama RI? ketika pulang dari Jalan Pegangsaan Timur 56 menuju rumah. di tengah jalan ia bertemu tukang sate. Pria yang kelak menyebut Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi dan Panglima Angkatan Perang ini memanggil penjaja sate yang tak berbaju dan mengeluarkan perintah pertama, “Sate Ayam lima puluh tusuk.” Setelah itu Soekarno jongkok di dekat selokan, menyantap sate dengan lahap.

 

selesai.

Sisi Unik Bapak Bangsa (Jenaka Pun Bisa) bagian 3

Biografi

yak di postingan pertama saya udah sedikit cerita tentang Bung Hatta, dan di postingan kedua tentang Sutan Syahrir dan sekarang ada sedikit cerita tentang Bung Karno, langsung aja di baca ya para readers…. πŸ™‚

 

Bapak-bapak bangsa kita ternyata bisa bertingkah jenaka. kisahnya begini, Bintang Film idaman Soekarno salah satunya Norman Kerry. begitu gandrungnya Bung Karno pada bintang Hollywood tahun 1920-an itu, sampai-sampai ia meniru penampilan sang pujaan. Soekarno memelihara kumis biar mirip. kerry punya kumis tipis melintang yang ujungnya melengkung ka atas. tapi kumis Bung Karno tak bisa melengkung dan Inggit Ganarsih, seorang istrinya, berkomentar, “Kumismu lebih mirip Charlie Chaplin.” Kontan Soekarno berhenti meniru pujaannya itu.