Matahari telah terbit dari barat

Religi

Dalam hadist Nabi dikatakan bahwa tanda kiamat sudah dekat adalah jika matahari sudah terbit dari Barat. Sepintas ramalan ini mungkin hanya terjadi jika Tuhan sudah menghendaki dan kapan terjadinya di luar jangkauan akal manusia. Maka dari itu, kita beranggapan tanda ini lebih bersifat khayalan dan jauh dari kenyataan sebab tidak mungkin  matahari terbit dari Barat.

Namun tidak demikian, dalam Al-qur’an dikatakan “Tuhan memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya” (Ar-Rahman:17). Dari keterangan ini dapat dipahami bahwa matahari memiliki dua tempat terbit dan terbenam yaitu Barat dan Timur. Artinya, menurut pandangan kita pada saat matahari terbit di Timur sebenarnya sedang terbenam di Barat, dan pada saat matahari terbenam di Barat sebenarnya sedang terbit di Timur.

Maka, prediksi Nabi mengenai terjadinya kiamat yang ditandai dengan terbitnya matahari dari Barat bukan khayalan sebab matahari kenyataannya memiliki dua tempat terbit dan dua tempat terbenam yaitu Barat dan Timur. Lebih lanjut untuk memahami dan menemukan tanda matahari sudah terbit dari Barat perlu penjelasan secara filosofis.

Dalam perjalanan sejarah, kehidupan dunia  diwarnai pertentangan antara dua peradaban yaitu Barat dan Timur. Secara ekstrem digambarkan oleh Rudyard Kipling, “Timur adalah Timur dan Barat adalah Barat, keduanya tidak akan pernah bisa bertemu!” (Deedat, 2006). Kenyataannya secara filosofis Barat dan Timur dibedakan oleh kontradiksi budaya rasional (Barat) dan budaya mistis/religius (Timur). Sehingga Huntington (2002) meramalkan akan terjadi benturan peradaban.

Setelah runtuhnya peradaban Mesir, Persia, Islam dan Kristen Ortodok (mistis/religius), peradaban rasio muncul mendominasi budaya mistis/religius. Kepandaian Barat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menenggelamkan budaya Timur di kehidupan dunia. Barat berhasil memimpin peradaban.

Kebangkitan Barat dimulai sejak tahun 1500 M. dikenal dengan masa renaisance. Kebebasan berfikir telah mengilhami Barat untuk mengeksplorasi keajaiaban-keajaiban dunia dengan mengembangkan ilmu pengetahuan. Hukum-hukum alam terpecahkan dan teknologi pun terciptakan.

Revolusi Industri menjadi tanda kebangkitan Barat dalam bidang IPTEK, dan penerapannya membawa dampak perubahan pada tatanan dan pola hidup masyarakat Barat saat itu. Penggunaan tenaga mesin mengakibatkan pengangguran dan terbukanya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Jumlah produksi yang besar dan rendahnya biaya produksi mengukuhkan lapisan masyarakat baru dimana golongan kapitalis menduduki kelas tertinggi.

Kesenangan hidup yang ditampilkan golongan kapitalis berkembang menjadi pandangan hidup materialistis. Di bawah ekonomi merkantilis nagara-negara Barat berlomba mencari harta kekayaan (emas, bahan baku industri dan tempat pemasaran). Hal ini telah mendorong eksplorasi kekayaan alam secara besar-besaran ke seluruh penjuru dunia.

Dunia Timur yang mistis/religius dan sudah menafikan penggunaan akal (kebebasan berpikir) menjadi korban keserakahan Barat. Eksplorasi kekayaan berubah menjadi perampasan dan perampokkan terhadap dunia Timur. Sistem penjajahan menjadi gaya baru untuk menguasai kekayaan. Barat berubah menjadi negara-negara imperialis yang serakah dan menghalalkan segala cara.

Kemudian, rasionalisme yang diusung budaya Barat, telah menggeser nilai-nilai mistis/religius. Rasionalisme dianggap satu-satunya pembenaran terhadap sebuah realitas. Sesuatu yang tidak masuk akal dianggap tidak ilmiah, non sense dan harus dibuang jauh-jauh. Akibatnya, manusia menjadi terasing dari agama dan tradisi. Tuhan disimpan tinggi-tinggi di atas langit dan tidak mampu lagi menyentuh bumi.

Pengaruh budaya Barat dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Pola prilaku manusia berubah menjadi sosok yang materialistis, egois, serakah, sombong, dan menyepelekan Tuhan. Sikap manusia berubah menjadi agresif dan tidak terkontrol. Akibatnya terjadi krisis dalam dimensi moral, mental dan spiritual. Kerusakan lingkungan, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, homoseksual, lesbian, wabah penyakit dan korupsi adalah bukti krisis multidimensi yang tidak terelakkan.

Budaya Timur yang tidak berdaya dengan serangan budaya Barat berpura-pura tidak menyerah. Para mistikus sibuk membangkitkan kembali budaya ritual kepercayaan para nenek moyang dengan dalih kembali pada tradisi. Padahal ritual-ritual tersebut hanya berisi pemborosan yang dimanfaatkan untuk kepentingan devisa (materi) dengan kedok pariwisata. Bagi kaum religius mereka sibuk bangun tempat-tempat ibadah (mesjid) di mana-mana untuk menjamin dan mempermudah umat dalam melaksanakan ibadah. Namun pada prakteknya, bagi orang Islam solat hanya dijadikan sebagai obat penetral setelah sekian lama bergelut dalam kemaksiatan. Terkenallah anekdot Solat Terus Maling Jalan (STMJ). Kenyataan ini dibuktikan dengan tingginya tingkat korupsi, kolusi dan nepotisme di kalangan masyarakat muslim Indonesia.

Melihat realitas sosial sekarang, masyarakat  dunia Timur seolah-olah tidak bisa lagi menikmati matahari terbit. Bagaimana tidak, begitu matahari terbit yang kita saksikan adalah pertentangan antar sekte agama syiah dan sunni pasca invasi Amerika di Irak, rasa khawatir terjadinya serangan kembali Amerika terhadap Iran, ketegangan politik antara Amerika dan Korea Utara, konflik politik antara Palestina dan Israel, ancaman perang nuklir antara India-Pakistan, wabah penyakit, kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan tangisan airmata yang tidak pernah kering dari negara 1001 macam bencana Indonesia.

Akhirnya, kita berkesimpulan bahwa budaya timur yang mistis (menghendaki kehidupan yang harmonis selaras dengan alam) dan religius (menghargai dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari) telah terbenam. Rasionalisme Barat telah mengalahkan pola-pola mistik dan religius dunia Timur. Krisis moral, mental, spiritual  yang bersifat multidimensional dan kepura-puraan dunia Timur dalam mempertahankan eksistensinya adalah kenyataan begitu kuat  dan sulitnya membendung pengaruh-pengaruh negatif budaya Barat. Inilah bukti ramalan Nabi, bahwa matahari telah terbit dari Barat sebagai tanda kiamat sudah dekat. Secara tidak sadar kita telah mengalaminya kurang lebih 507 tahun. Wallahu’alam. (Penulis guru di SMAN I Cibinong Cianjur Selatan dan Pengurus AGP PGRI Jawa Barat)

sumber

Iklan

5 pemikiran pada “Matahari telah terbit dari barat

  1. coba anda teliti kembali, bagaimana dengan ”bila matahari terbit dari barat maka tidak diterimalah taubat” itu berarti menurut anda iman kita sekarang percuma dong..?

    1. matahari terbit dari barat menurut saya hanya kiasan,kenyataan yg sebenarnya adalah masuknya pengaruh budaya barat yg “bebas” ke budaya timur seperti penyalahgunaan narkoba,seks bebas serta korupsi yang menyebabkan krisis moral, mental dan spiritual. jadi balik ke diri sendiri bagaimana iman kita dalam menghadapi budaya barat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s