Baba Rafi dan Baso Malang Siap Tembus Pasar Hong Kong

Bisnis

Sebanyak 14 waralaba lokal terpilih menjadi finalis dalam program ekspor waralaba yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), serta organisasi Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali).

Ketua Umum Wali, Levita Supit, mengatakan finalis ini akan difasilitasi untuk mengembangkan bisnis waralaba di luar negeri. “Mereka akan diikutkan pameran di luar negeri termasuk Desember nanti di Hong Kong,” katanya di Jakarta, Jumat (12/11).

Ke-14 Waralaba tersebut adalah Baba Rafi, Baso Malang Kota Cak Eko, CoffeeToffee, Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk 25, Akualis Laundry, Moz5 Salon Muslimah, MacAuto Indonesia, Teh Saring, GwGuyur, Apotik Malaka, Quemama Homemade, Jojo Cup, Tirta Ayu Spa dan Mozaik Elemen.

Levita mengatakan program ekspor waralaba diadakan karena banyak permintaan untuk membuka bisnis waralaba Indonesia di luar negeri. Permintaan itu datang dari negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Serikat. Spa adalah jenis waralaba yang paling banyak diminati, berikutnya waralaba pendidikan dan ritel.

Perkembangan bisnis waralaba lokal memang sangat tinggi. Pelaku bisnis di bidang waralaba juga terus tumbuh mencapai 2.000 pelaku sampai saat ini. Sedangkan omzet bisnis diperkirakan menembus Rp 100 triliun. “Tahun depan pasti naik lagi. Apalagi pertumbuhan pelakunya juga luar biasa,” ujar Levita.

Levita mengatakan banyak pelaku usaha yang akhirnya mengembangkan bisnisnya dengan model waralaba setelah merasa bisnisnya cukup siap. Meski banyak juga yang setelah memulai waralaba tak bertahan lama dan terpaksa tutup setelah satu atau dua tahun.

Hal tersebut banyak dialami oleh bisnis-bisnis yang potensinya kurang bagus. “Bisnis waralaba itu minimal lima tahun. Bila bisa tetap eksis dalam jangka waktu itu baru bisa disebut waralaba dan itu artinya pelaku waalab bisa,” tutur Levita.

Kelemahan pewaralaba lokal adalah kurangnya percaya diri. Karena itu Wali akan memberikan pelatihan sumber daya manusia, manajemen dan bisnis waralaba untuk finalis ekspor waralaba. Sedangkan terkait permodalan Wali akan menggandeng beberapa bank seperti perbankan syariah.

Pendiri dan Penasihat Wali, Amir Karamoy, mengatakan tidak hanya waralaba lokal saja, pertumbuhan waralaba asing juga sangat besar. Selama tahun ini saja sudah 13 waralaba asing yang mendaftar di Kementerian Perdagangan untuk mendirikan usaha. “Itu sangat luar biasa dalam artian pasar kita sangat diminati,” katanya.

Prospek bisnis waralaba yang besar ini ditopang oleh jumlah penduduk yang sangat besar. Sayangnya sampai saat ini belum ada dukungan dari perbankan untuk bisnis waralaba lokal. Amir mengatakan sebelumnya pernah ada kerja sama pembiayaan dengan lembaga penjamin ekspor dan kementerian keuangan, tapi tak berlanjut.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo mengatakan 14 waralaba yang lolos seleksi akan dididik dan difasilitasi untuk menyelenggarakan pameran di luar negeri. Pendidikan itu termasuk mengenai ekspor. “Kami selalu mendorong tumbuhnya waralaba baru terutama dalam skala usaha kecil menengah,” ujarnya.

 

sumber : tempo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s