Jadikan TV sebagai “Sahabat” Keluarga

Pendidikan, Tips

Kebiasaan menonton televisi dalam masyarakat Indonesia seolah-olah sudah menjadi candu. Segala sesuatu yang tersaji dalam layar kaca tampak menarik dan menyenangkan. Televisi seakan mampu membelenggu para penontonnya dari waktu ke waktu dengan daya pikat acara yang di pertunjukkan.

 

Berapa jam waktu anda habiskan bersama keluarga di depan televisi setiap harinya? dua jam, lima jam, 10 jam atau lebih? Menurut Dr.Alicia Christine dalam buku The Golden Rules to Raise Your Children (prinsip-prinsip Kasih Sayang Membesarkan Anak anda), penelitian menunjukkan rata-rata 7,6 jam. Setiap minggunya, anak bisa menghabiskan waktu sekitar 38 jam untuk menonton TV. Bisa dibayangkan betapa besar pengaruh negatif yang masuk ke anak dari TV jika TV banyak menyiarkan tayangan yang mengandung unsur kekerasan dan pornografi.

Lalu apa yang akan anda lakukan? Mematikan televisi setiap saat? atau menyingkirkan televisi dari ruangan keluarga anda? Jangan terburu-buru dulu. Sisi negatif yang dibawa oleh televisi memang ada. Tapi hal itu tidak berarti menyingkirkan televisi dari kehidupan anda untuk selamanya. Ada beberapa segi positif agar teknologi komunikasi massa ini bisa anda menfaatkan dengan bijak.

Pertama, pilihlah tayangan yang sesuai dengan hobi atau kegiatan yang bersifat edukatif. Misalnya belajar melukis untuk anak, tayangan petualangan, tayangan olahraga.

Kedua, berikan porsi secukupnya untuk menonton tayangan televisi. Sisa waktu yang ada dapat dipergunakan untuk melakukan aktivitas lainnya. Atau buatlah jadwal menonton tayangan televisi yang sesuai dengan anak-anak.

Ketiga, jika anak sedang menonton tayangan televisi, dampingilah selalu. Sabaiknya anda tidak membiarkan televisi menjadi babysister dengan membiarkan anak menonton televisi tanpa pendampinginya. Berikan pemapahaman tentang iklan dan sponsor. Selalu diskusikan pesan yang diterima bersama anak agar ia belajar memahami sesuatu yang baru sekaligus mengembangkan pola pikirnya. Dalam pendampingan ini, anak juga perlu dijelaskan bahwa sebagian tayangan televisi bukan merupakan gambaran kehidupan yang sebenarnya.

 

Anda juga bisa menjadikan isi tayangan televisi menjadi ide-ide kreatif untuk melakukan aktivitas dengan anak anda. Misalnya membuat kue, bermain kuis atau games, menjelajah alam dan lain-lain. Bagaimana? anda tak ragu menjadikan televisi sebagai “sahabat” keluarga anda, bukan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s